Kembalinya Neymar Ke Barcelona, Ternyata Tidak Di Setujui Oleh Presiden La Liga

Rumor akan kembalinya bintang PSG, Neymar ke Barcelona yang saat ini dibicarakan terus menerus dan pihak Barcelona menerimanya dengan terbuka namun ada yang berbeda, rupanya ini ditanggapi dengan tidak menyenangkan oleh presiden La Liga, Javier Tebas.

Belakangan gosip kepulangan Neymar ke Barcelona memang makin gencar berhembus. Pemain berusia 27 tahun itu kabarnya sudah tak betah berada di Paris dan ingin kembali ke klub lamanya. Karena ia mempunyai beberapa alasan yang memang masuk akal untuk kemajuan kemampuannya dalam sepak bola.

Neymar sendiri kabarnya sangat ingin untuk pergi dari PSG. Beberapa hal diyakini menjadi penyebab, mulai dari kepergian Antero Henrique dari kursi direktur olahraga hingga namanya yang kurang diperhitungkan di Prancis. Dan kabarnya ia ingin kembali ke klub lamanya sudah di terima oleh Barcelona.

Namun belakang ini baru muncul kabar bagi, Javier Tebas. Kembalinya Neymar ke Barca bukanlah kabar yang bagus karena pemain asal Brasil itu tak memiliki sikap yang tepat untuk dijadikan teladan.

“Saya lebih memilih Neymar tidak datang ke La Liga karena dia bukanlah contoh yang bagus. [Dia hanya bagus bagi liga] jika dia bersikap lebih baik. Dia bisa menjadi pemain hebat, tapi sikap juga sangat penting dari sisi penilaian yang kami coba lakukan,” ujar Tebas kepada Onda Cero.

“Kami selalu mendatangkan para pemain hebat ke La Liga, tapi dalam kasus Neymar, tingkah lakunya tak bagus untuk kompetisi karena ini tentang jika seorang pemain melakukan hal ini atau itu,” tambahnya.

“Kami bekerja keras di La Liga untuk menjaga nilai tertentu dan kami tak ingin mengubah citra ini,” tegas Tebas.

Soal Finansial

Namun dibalik itu ternyata Barca bisa dibayangi sanksi Financial Fair Play jika benar-benar nekad memulangkan Neymar ke Camp Nou. Pasalnya, PSG disebut menetapkan banderol yang tidak murah, dan Barca harus menembusnya demi mendapatkan Neymar kembali dengan bayaran mencapai sekitar 200 hingga 250 juta euro.

“Untuk mampu merekrut Neymar ketika harus patuh terhadap Financial Fair Play, Barca harus melepas pemain lainnya. Hal tersebut bergantung pada harganya,” tukas Tebas.

Dua musim lalu, Neymar secara mengejutkan memilih untuk meninggalkan Barcelona menuju PSG dengan biaya transfer 222 juta euro yang di berikan Barcelona untuk PSG saat itu, yang membuatnya menjadi pemain termahal di dunia. Dan saat ini siatuasinya terbalik kembali, namun ada beberapa pihak yang memang tidak menyetujuinya. Jadi kita lihat bagaimana perkembangan selanjutnya.

Ini Dia 7 Alasan Mengapa Neymar Ternyata Ingin Pulang Kembali Ke Barcelona

Baru-baru ini bintang PSG berusia 27 tahun, Neymar sedang sering dibicarakan ia diyakini ingin pulang ke Barcelona hanya dua tahun setelah kepergiannya dari raksasa Spanyol itu untuk harga 222 juta euro. Neymar merasa menemui jalan buntu bersama PSG dan ia tidak merasa kemampuannya berkembang. Dia ingin memperbaiki kariernya dengan pulang ke Barcelona.

Barcelona menyadari situasi ini. Meski sulit, juara La Liga itu tengah mengamati apa saja yang perlu dilakukan membuat strategi untuk memulangkan Neymar. Barca jelas tidak bisa menembus 300 juta euro yang diminta PSG, untuk itu mereka kabarnya juga harus mengorbankan beberapa pemain.

Menurut Mundio Deportivo, Neymar diberitakan punya setidaknya tujuh alasan untuk pulang ke Barcelona. Tujuh alasan ini cukup kuat, baik alasan pribadi maupun kolektif.

Langsung saja kita bahas, yang pertama, dia yakin transfer tersebut bakal membantu mengembalikan citranya di hadapan publik – yang terus mengalami kemunduran sejak pindah ke Parc des Princes.

Neymar yang sekarang disebut rentan cedera, dan sering bertengkar dengan Edinson Cavani serta Kylian Mbappe. Bintang PSG ini juga tidak lagi dikenal sebagai pemain terbaik di dunia usai selalu gagal di Liga Champions.

Kedua, Neymar mulai merindukan ruang ganti di mana dia dicintai. Pada tahun awalnya di Barcelona, dia dikagumi dan dihargai oleh setiap pemain.

Bahkan pemain-pemain top seperti Lionel Messi, Gerard Pique, dan Luis Suarez memandang Neymar dan mengakui kemampuannya yang luar biasa.

Ketiga, Neymar disebut merindukan Messi, hubungan dia pribadi sangat dekat dengan megabintang Argentina itu. Neymar juga dekat dengan nama-nama pemain lainnya seperti Suarez, Pique, Ivan Rakitic, Rafinfa. Sedangkan ketika ia berada di PSG, dia tidak pernah merasa dihargai demikian.

Keempat, Neymar merasa keluarganya merindukan hidup di Barcelona, yang lebih mereka sukai daripada Prancis.

Kelima, Neymar tidak pernah memandang kemungkinan pergi ke Real Madrid. Sebab itu, dia tahu Barcelona merupakan kesempatan terbaiknya memperbaiki karier. Ia sudah yakin dengan Barcelona bisa merubahnya menjadi lebih baik.

Masih ada dua alasan lainnya lagi yang mendorong keinginan Neymar untuk pulang ke Barcelona. Simak berikut ini.

Diterima

Yang keenam, Neymar tahu dia bakal mendapatkan dukungan penuh fans Barca jika berani meminta maaf atas keputusannya meninggalkan klub dua tahun lalu. Dia tahu publik Camp Nou bakal menyambutnya dengan tangan terbuka. Dan ia mengakui baru menyadarinya klub mana yang memang terbaik untuknya.

Yang terakhir ketujuh, Neymar juga menyadari bahwa presiden Barca, Josep Maria Bartomeu bakal membantunya menangkis setiap komentar negatif terkait transfer ini. Dukungan klub sangat berarti untuk Neymar. Dan iya semakin yakin karena ia dapatkan itu di Barca.

Dukungan klub sangat berarti, dengan itu Neymar berani menghadapi fans dan meminta maaf secara langsung. Juga, pada akhirnya kesalahan Neymar bakal dimaafkan apabila dia berhasil mempersembahkan trofi demi trofi. Tetapi pada dasarnya memang dari awal para fans sudah bisa menerima keputusan terakhir dia meninggalkan Barca, dan ketika ia ingin kembali itu menjadi sebuah peristiwa yang ditunggu-tunggu.

Manchester United Segera Tuntaskan Transfer Wissam Ben Yedder, Apakah Benar?

klub asal Inggris, Manchester United disebut sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan striker Sevilla berusia 28 tahun, Wissam Ben Yedder. Transfer Ben Yedder ini dituntaskan sebagai antisipasi kepergian Romelu Lukaku ke Inter Milan yang masih belum jelas statusnya.

Bersama Ole Gunnar Solskjaer, MU mengejar target potensial di bursa transfer kali ini. Mereka sudah membungkus beberapa nama yang sudah masuk daftar yaitu Daniel James dari Swansea City, dan Aaron Wan-Bissaka dari Crystal Palace. Dua pemain muda dengan potensi menjanjikan, namun Wan-Bissaka sudah lebih dulu di resmikan bisa berada di MU.

Biar begitu, menurut Daily Star, Solskjaer tahu timnya juga membutuhkan pemain berpengalaman. Striker 28 tahun seperti Ben Yedder disebut ideal untuk mengembangkan potensi Marcus Rashford sebagai ujung tombak Setan Merah.

Media Spanyol, La Colina de Nervion mengklaim bahwa MU telah menyetujui setiap persyaratan yang diajukan Ben Yedder melalui agennya. Kabarnya, bukan hanya MU yang mengincar pemain berusia 28 tahun tersebut, namun Ben Yedder pun dikejar Barcelona dan PSG, tetapi MU mengungguli kedua klub tersebut.

Dan kabarnya Sevilla bakal berusaha mempertahankan bintang utama mereka, dan sejauh ini MU belum mengajukan penawaran resmi. Direktur teknik Sevilla, Monchi diyakini bakal berusaha mempertahankan Ben Yedder yang merupakan bagian krusial dari rencana besar Sevilla. Tentu saja tidak akan di lepas begitu saja.

Biar begitu, apabila MU sungguh mengajukan penawaran resmi, Sevilla bakal sulit menolaknya. Bermain untuk MU adalah salah satu kesempatan langka bagi setiap pemain, dan Ben Yedder tidak akan melepaskan kesempatan tersebut begitu saja. Jika pemain pun sudah tertarik ini akan menjadi persoalan yang lumayan rumit.

Ben Yedder bisa jadi pendamping Rashford, tentu setelah Romelu Lukaku dipastikan pergi. Membuat rencana ini jaga-jaga karena Romelu Lukaku juga ingin pergi dari MU sama seperti Paul Pogba.

Kepergian Lukaku

Menurut berita yang sudah di kumpulkan. Lukaku tidak pernah bahagia sejak ditangani Solskjaer. Dia lebih sering duduk di bangku cadangan oleh karena Solskjaer yang lebih menyukai striker cepat seperti Rashford. Situasi ini diamati oleh Inter Milan yang kabarnya sudah tertarik lama dan mencari permasalahannya untuk mendatangkan Lukaku

Kepergian Lukaku tidak bisa dibiarkan begitu saja, MU harus mencari pengganti. Awalnya, striker Lyon, Moussa Dembele jadi target utama mereka. Namun, kini MU telah mengalihkan perhatian mereka pada Ben Yedder, yang sudah berhasil mencetak 30 gol pada musim lalu.

Manchester United masih berkelana di bursa transfer untuk mencari bek tengah tangguh dan gelandang kreatif. Yang memang perlu di fikirkan matang-matang dan kabarnya, target utama mereka adalah Harry Maguire dan Bruno Fernandes. Semoga siapapun pilihannya itu yang terbaik untuk kemajuan klub.

Paul Pogba Bermain Sepakbola Bareng Bintang Running Man Kim Jong Kook

Superstar Manchester United Paul Pogba walaupun saat ini ia dikabarkan sedang mengalami masa ketidak jelasan berada di Setan Merah, kabarnya baru-baru ini ia bermain bola bareng bintang Running Man Kim Jong Kook di sela-sela liburannya ke Korea Selatan.

Saat ini kompetisi di Eropa sedang memasuki masa rehat. Para pemain pun bebas berlibur sebelum menjalani latihan pra musim menghadapi kompetisi musim tahun 2019-20.

Pogba sebelumnya menjalankan ibadah Umrah di Mekah. Ia tak sendirian karena ditemani oleh bek Chelsea, yaitu Kurt Zouma.

Dan sekarang ia menjalani liburannya ke Korea Selatan. Ia berada di Negeri Ginseng itu beberapa pekan kemarin.

Awalnya Pogba hadir di sana untuk melakukan promosi bersama salah satu brand apparel terkenal di dunia yang menjadi sponsornya. Namun bukan hanya itu, ia juga ikut syuting sebuah program Variety Show di salah satu televisi swasta di Korsel.

Dan Pogba menjadi bintang tamu dalam acara My Little Old Boy. Ia pun bercengkrama bareng Kim Jong Kook, penyanyi asal Korsel yang juga merupakan bintang Variety Show Running Man.

Sepakbola Indoor Dan Park Ji Sung

Dalam acara itu, Pogba diundang untuk memainkan pertandingan sepakbola indoor melawan tim sepakbola yang dipimpin Kim Jong Kook. Kedua tim bermain dengan santai, namun Pogba tampak bersemangat dan sering kali memamerkan kebolehannya mengolah si kulit bundar saat didepan kamera.

Tim Pogba mengklaim kemenangan di laga itu. Namun Kim Jong Kook mengklaim kekalahan timnya terjadi karena ia tak berusaha bermain serius karena takut gelandang asal Prancis itu mengalami cedera ia bermain cukup untuk hiburan saja.

Usai pertandingan, keduanya tampak duduk berbarengan. Di sini keduanya sempat berbincang mengenai Park Ji Sung.

Ji Sung merupakan mantan anggota timnas Korsel. Ia juga pernah membela panji Manchester United. Pogba memuji Ji Sung sebagai pemain top, namun ia juga mengaku awalnya merasa ‘sungkan’ untuk berbicara dengan seniornya tersebut.

Namun akhirnya ia bisa berkomunikasi dengan Ji Sung. Hal itu tak lepas dari kedekatan keduanya dengan Patrice Evra.

Taekwondo Dan Jodoh

Tantangan keduanya kemudian berbincang tentang Taekwondo. Pogba mengaku seni bela diri asal Korsel itu merupakan seni bela diri favoritnya.

Keduanya kemudian sempat mencoba mempraktekkan teknik tendangan Taekwondo. Namun Kim Jong Kook sebelumnya malah mengajarinya teknik pukulan. Mereka sangat menikmati acara Tv tersebut berlangsung.

Sesudah itu mereka berbincang dengan tema yang tidak masuk dalam tema olahraga, yaitu keduanya berbincang tentang jodoh. Pogba sendiri di usianya yang sekarang ini, 26 tahun, sudah menikah sementara Kim Jong Kook yang berusia 43 tahun masih menjomblo alias belum ada pasangan dan juga belum menikah.

Jong Kook kemudian angkat bicara dan mengatakan dan juga berusaha untuk meminta Pogba untuk membujuk ibunya agar tidak terlalu khawatir anaknya belum menikah sampai sekarang. Eks pemain Juventus itu pun menurutinya dan bahkan mengucapkan kalimatnya dalam bahasa Korea.

Paul Pogba sendiri dalam waktu dekat akan segera gabung Manchester United. Sebab Setan Merah dijadwalkan untuk menggelar laga pra musim melawan Perth Glory pada tanggal 13 Juli mendatang.

Terbang Ke Paris, Direktur Juventus Segera Tuntaskan Kepindahan Adrien Rabiot Agar Segera Bergabung Bersama Klub

Diketahui saga transfer Adrien Rabiot ke Juventus sepertinya akan berakhir dalam waktu dekat. Laporan dari Italia menyebutkan bahwa direktur Bianconeri, Fabio Paratici, telah bertolak ke Paris untuk menuntaskan negosiasi kontrak dengan gelandang PSG berusia 24 tahun tersebut.

Rabiot sudah dikaitkan dengan Juventus memang sudah sejak awal musim panas lalu. Namun, klub raksasa Italia tersebut tidak melakukan pergerakan nyata sampai akhirnya Rabiot menyatakan penolakan terhadap tawaran kontrak anyar dari Les Parisiens. Ia pun sebenarnya sudah menunggu lamanya namun jika tidak ada kepastian buat apa menunggu.

Namun ternyata penolakan tersebut malah mengakibatkan Rabiot terpinggirkan dari skuat inti Thomas Tuchel. Ia terakhir kali terlihat di lapangan pada Desember 2018 lalu, tepatnya saat PSG menghadapi FK Crvena Zvezda dalam laga fase grup Liga Champions.

Selain Juventus, Rabiot juga pernah mengkonfirmasi bahwa dirinya juga telah menjalani hubungan dengan Manchester United. Karena menurutnya itu penting agar jika terjadi sesuatu yang tidak di harapakan dan membuatnya menunggu ia akan pindah ke opsi kedua. Tapi pada akhirnya, merujuk beberapa laporan, ia memilih Juventus sebagai klub labuhan berikutnya.

Pakar transfer Italia, Gianluca Di Marzio, meyakini bahwa perpindahan sang pemain ke Juventus akan selesai tuntas dalam waktu dekat. Ia berkata bahwa Paratici sudah terbang ke Prancis demi menemui perwakilan Rabiot dan menyelesaikan kontraknya.

Diketahui menurut informasi yang ada bahwa Rabiot akan mendapatkan kontrak berdurasi lima tahun lamanya dengan bayaran sebesar tujuh juta euro per musimnya. Selain itu, Bianconeri juga harus memberikan uang sebesar 10 juta euro sebagai komisinya.

Sudah Tidak Ada Hubungan Dengan PSG

Sebelumnya, yang awal-awal sejumlah media asal Prancis mengabarkan bahwa Rabiot menunda kepindahannya ke Juventus. Sebab diyakini pemain berumur 24 tahun tersebut sedang mempertimbangkan tawaran kontrak baru dari PSG yang lebih menggiurkan dari pada Juventus yang harus membuatnya menunggu.

Namun kabar tersebut ditampik mentah-mentah oleh sang ibunda sekaligus agen Rabiot, Veronique. Kepada RTL, ia angkat bicara bahwa anaknya tak pernah berhubungan dengan direktur anyar, Leonardo, selain dari mengucapkan perpisahan. Dan tentunya sudah bisa di nilai jika Rabiot lebih memilih Juventus dibanding klub lain.

“Tidak ada obrolan di antara Leonardo dan saya. Saya hanya berbicara dengannya sekali melalui telepon, dan kami mengucapkan perpisahan secara sopan,” tutur Veronique.

“Tidak ada tawaran sebelumnya, sekarang pun tidak, dan tak akan ada di masa mendatang. Sama sekali tak ada perubahan,” tutup tandasannya.

Mega Bintang Ungkap Dua Pemain Utama Argentina Dengan Kekuatan Utama Di Copa America 2019

Bintang sekaligus kapten Argentina, Lionel Messi siapa yang tidak kenal dengan pemain yang sudah mempunyai umur kepada tiga ini. Baru-baru ini ia dikabarkan mengungkapkan dua kekuatan utama timnya di Copa America 2019 sesudah berhasil mengalahkan Venezuela dengan perolehan skor 2-0 dalam laga perempat final, yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 29 Juli 2019 tepatnya dini hari tadi.

Dua gol kemenangan yang berhasil di capai oleh Argentina dalam pertandingan ini masing-masing tercipta di babak pertama lewat aksi Lautaro Martinez serta di paruh kedua laga lewat Giovani Lo Celso. Dua pemain muda yang menyelamatkan Argentina.

Messi sendiri tak bisa berbuat cukup banyak di laga ini moment tersebut ia akui juga sangat merasa menyesal. Meski demikian, La Pulga memuji rekan-rekan setimnya yang mampu menunjukkan performa maksimal.

Messi pun menyoroti dua hal yang menjadi senjata Albiceleste dalam membungkam Venezuela. Namun dua hal tersebut adalah pressing ketat serta serangan balik cepat. Yang mau tidak mau harus di terima.

“Kami tak memberikan ruang sedikit pun ketika mereka mulai melakukan serangan untuk mencetak gol,” ujar Messi seusai laga seperti dikutip Marca.

“Kami bermain sangat rapat dan kami menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik dengan cepat,” tambah pemain asal Barcelona tersebut.

Hadapi Brasil

Kemenangan dengan rasa bangga tersebut membuat Argentina lolos ke empat besar dan bakal menghadapi sang seteru abadi sekaligus tuan rumah, Brasil yang akan di laksanakan pada hari Rabu tanggal 3 Juli 2019 minggu depan tepatnya.

Pertemuan di Estadio Mineirao, Belo Horizonte nanti merupakan duel pertama Argentina dan Brasil dalam laga resmi di turnamen besar sejak terakhir kali mereka bertemu di final Copa America 2007 silam. Sunggu ini membuat deg-degan untuk para fans yang turut memeriahkan studion nantinya.

Menarik untuk dinanti apakah di laga nanti Messi mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan berhasil menjebol gawang, atau justru kembali melihat Argentina tersingkir secara tragis. Dan kekalahan harus di terima dengan lapang dada. Mungkin saja dua pemain muda tersebut bisa menunjukkan performa terbaiknya lagi. Semoga masing-masing yang sudah mendukung bisa sesuai harapan.

Inter Milan Ternyata Sudah Melakukan Pendekatan Dengan Gareth Bale Sejak 2010

Masa depan yang terjadi pada pemain berusia 29 tahun, Gareth Bale Di Real Madrid sedang tidak jelas dan mengalami kondisi yang membingungkan dan kabarnya Inter Milan sepertinya melihat peluang untuk mendaratkannya di Italia. Dan rumor yang beredar, klub raksasa Serie A tersebut sudah menemui perwakilan Bale untuk membahas kepindahannya dengan status pinjaman.

Pada musim kemarin, Bale kesulitan untuk menemukan performa terbaiknya. Alhasil setelah Zinedine Zidane kembali mengisi kursi kepelatihan, pemain asal Wales tersebut lebih sering menghangatkan bangku cadangan ketimbang tampil di lapangan. Posisi yang tidak sesuai dengan keinginan Bale.

Zidane pun tampaknya tidak memasukkan Bale dalam skema miliknya musim depan. Alhasil karena gajinya terbilang cukup tinggi, Los Merengues pun harus segera mencarikan klub baru untuk mantan pemain Tottenham itu. Namun sejauh kemarin berita yang beredar Bale belum laku di jual oleh klub manapun.

Namun kali ini, Inter Milan pun mencoba peruntungannya. Informasi yang di klaim dari SportMediaset, direktur Nerazzurri telah mengadakan pertemuan dengan Stellar Group dalam kurun waktu beberapa hari ini. Diyakini kedua pihak tengah membicarakan soal Bale yang merupakan klien dari Stellar Group.

Kemungkinan terbesarnya hasil yang terjadi adalah Inter memboyongnya dengan status pinjaman. Dan Los Merengues disebut tertarik dengan opsi itu agar bisa mengurangi beban gajinya. Diketahui bahwa kontrak Bale masih berjalan bersama Real Madrid dan akan berakhir pada tahun 2022 dengan bayaran 15 juta euro per tahunnya.

Bale sendiri ternyata sudah dikait-kaitkan dengan Inter sejak tahun 2010 delapan tahun yang lalu. Tepatnya setelah dirinya tampil brilian dengan mencetak hattrick ke gawang Nerazzurri di ajang Liga Champions. Kala itu, ia masih berseragam Tottenham Hotspur. Sudah selama itu ternyata Inter sudah mencuri-curi pandang dengan pemain berusia 29 tahun ini.

MU dan Bayern Munchen Mundur

Sebelum kabar ini tersebar luas di media, Gareth Bale pernah juga dikaitkan dengan beberapa klub besar seperti Manchester United dan Bayern Munchen. Tapi beberapa waktu lalu, diketahui bahwa keduanya memutuskan mundur dari perburuan. Alasannya apa? tidak lain tidak bukan prihal soal harganya yang memang mematokkan harga yang tinggi.

Lebih jelasnya lagi alasan Manchester United dan Bayern Munchen sama-sama terbentur oleh satu alasan, yakni finansial. Gaji Gareth Bale yang tinggi diyakini sulit untuk dipenuhi oleh kedua klub raksasa Eropa tersebut. Sepertinya setiap klub yang ingin memboyong Bale lalu gagal rata-rata alasannya karena ini.

Sementara itu, Manchester United terus dikaitkan dan juga di beritakan alasan lainnya karena kedekatan dengan penyerang sayap lainnya seperti Nicolas Pepe dari Lille dan bintang Olympique Lyon, Moussa Dembele. Sedangkan Die Bavarians lebih tertarik dengan sosok muda seperti pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi. Yang masing-masing mempunyai harga bermacam-macam namun tidak mematoknya seperti Bale yang sangat mahal.

Argentina Di Prediksi Akan Kalah Lawan Brasil, Namun Lautaro Martinez Tidak Peduli

Penyerang muda berbakat berusia 21 tahun Argentina, Lautaro Martinez angkat bicara dan menegaskan timnya siap tempur walaupun statusnya di prediksi akan mengalami kekalahan saat berjumpa dengan Brasil di semifinal Copa America 2019 pada hari rabu tanggal 3 Juli 2019 minggu depan tepatnya.

Walaupun Argentina berhasil lolos ke semifinal usai sukses membungkam Venezuela dengan perolehan dua gol tanpa balas dalam laga perempat final yang digelar di Maracana, Rio de Janeiro, pada hari Sabtu tanggal 29 Juli 2019 dini hari tadi.

Pemain muda berusia 21 tahun, Lautaro Martinez berhasil mencetak gol pembuka kemenangan Argentina di awal pertandingan. Sementara satu gol lainnya diciptakan oleh pemain pengganti yaitu, Giovani Lo Celso di babak kedua.

Sementara itu, calon lawan Argentina, Brasil memastikan diri melaju ke semifinal usai menyingkirkan Paraguay lewat drama adu penalti.

Pertemuan di Estadio Mineirao, Belo Horizonte nanti merupakan duel pertama Argentina dan Brasil dalam laga resmi di turnamen besar sejak terakhir kali mereka bertemu di final Copa America 2007 silam.

Lautaro Martinez menyadari bahwa Argentina bukan menjadi tim unggulan ketika menghadapi Brasil yang bermain di depan pendukung mereka sendiri. Karena mereka memang belum membuktikan kemenangannya. Meski demikian, ia tak mempedulikan hal tersebut.

“Kami memiliki pemain kami sendiri. Kami tahu laga ini akan sulit karena mereka [Brasil] adalah tuan rumah dan mereka akan tampil di depan fans mereka,” ujar Lautaro Martinez seperti dikutip Goal International.

“Kami menunjukkan bahwa kami memberikan segalanya di setiap pertandingan. Untungnya semuanya berjalan dengan baik,” tutup imbuhannya.

Sebelum Tendang Penalti, Ternyata Gabriel Jesus Mengalami Rasa Grogi Yang Besar Berhasilkah Dia?

Penyerang yang baru-baru di beritakan datang dari Gabriel Jesus yang menjadi penendang penalti kelima bagi Brasil saat di laga melawan Paraguay. Pasalnya dia berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa Brasil lolos ke semifinal, walau ia angkat bicara dan mengatakan meski dilanda rasa gugup yang luar biasa sebelum tendangan penalti tersebut.

Brasil berjumpa Paraguay di perempat final Copa America 2019, pada hari Jum’at tanggal 28 Juni 2019 kemarin di Porto Alegre. Brasil tampil dengan menunjukkan lebih dominan dan mendapatkan banyak peluang. Ada delapan tendangan tidak meleset dari sasaran.

Tetapi, tidak ada satu pun gol yang mampu diciptakan oleh Selecao selama 90 menit laga berjalan. Padahal, Uruguay harus bermain dengan sepuluh orang. Yang terbilang lebih banyak dari pada tim sendiri.

Selepas laga berakhir dengan skor 0-0 di waktu normal, lalu laga berlanjut lewat adu penalti. Nah pemain muda berusia 22 tahun, Gabriel Jesus maju sebagai penendang kelima. Pemain asal Manchester City sukses menjalankan tugas. Brasil pun menang dengan skor 4-3 atas Paraguay. Walaupun memang skor yang di capai tidak jauh perbedaannya namun ini suatu skor yang cukup membanggakan.

Gabriel Jesus bercerita bahwa dia merasa sangat gugup jelang menendang penalti. Itu terjadi lantaran dia pernah mengalami gagal mengeksekusi penalti pada laga melawan Peru.

“Saya gagal mengeksekusi penalti [lawan Peru]. Saya merasa kesal, jengkel dan marah pada diri saya sendiri. Saya tidak menendang penalti itu dengan cara saya sendiri,” ucap Gabriel Jesus pada SportTV.

“Kami sepakat, kami harus menendang itu dengan cara saya biasanya. Itu membuat saya merasa sedikit cemas,” tegas pemain 22 tahun tersebut.

Rasa Percaya Diri Gabriel Jesus

Gabriel Jesus mendapat banyak masukan usai kegagalan menendang penalti pada laga melawan Peru waktu itu. Namun itu yang membuatnya semakin berusaha keras untuk permainannya. Salah satunya dengan lebih dulu melihat posisi dan arah gerak penjaga gawang sebelum mengambil tendangan. Jesus pun tampil lebih cerdik. Dan akhirnya semua itu tidak sia-sia ia berhasil membuat bangga.

“Setelah Clebinho [asisten pelatih timnas Brasil] melihatnya, saya katakan bahwa saya menerima itu. Saya menjadi percaya diri. Saya lakukan dengan cara saya dan mencetak gol,” kata Gabriel Jesus.

“Pada pertandingan sebelum, saya tidak melihat penjaga gawang dan saya hanya mencari gawangnya. Sekarang, saya lihat penjaga gawang, tenang dan fokus. Saya lihat penjaga gawang bergerak ke kiri dan saya tendang ke arah sebaliknya,” ulasan terakhir Gabriel Jesus.

Akhirnya dengan pencapaian yang ia peroleh untuk Brasil pun lolos ke semifinal Copa America 2019 untuk pertama kali sejak tahun 2007 silam. Selanjutnya, tim arahan Tite tersebut akan menantang Argentina yang lolos ke semifinal dengan mengalahkan Venezuela dengan skor 2-0.

Gareth Bale Masih Belum Terjual, Lalu Ia Siap Untuk Pramusim Di Real Madrid Demi Mempertahankan Kontraknya

Pemain berusia 29 tahun yang bermain di Real Madrid ini dengan posisinya sebagai posisi gelandang sayap atau gelandang serang yang sedang diusahakan dengan Real Madrid untuk menjual Gareth Bale masih belum berjalan sesuai dengan skema. Dan sampai saat ini masih belum menemukan titik terang. Sementara, pihak Gareth Bale tetap dengan sikap awalnya yakni bertahan. Dia pun siap menjalani latihan pramusim. Yang pada dasarnya tetap berusaha untuk bertahan di Real Madrid.

Jika dinilai penampilan yang di tunjukkan Gareth Bale yaitu penampilan yang mengecewakan pada musim 2018/19 yang lalu. Sempat dianggap bakal jadi kartu truf bagi Real Madrid pasca pindahnya Cristiano Ronaldo, namun Gareth Bale justru tidak mampu jadi pemain kunci dengan penampilannya yang sudah ia tunjukkan.

Masalah yang tidak kunjung reda soal Gareth Bale masih sama dengan musim sebelumnya. Selain faktor cedera yang menimpanya, dia juga belum bergaul dengan pemain Madrid. Dia tak kunjung belajar bahasa Spanyol.

Kembalinya Zinedine Zidane menjadi pelatih juga tidak memperbaiki masa depan Gareth Bale di Real Madrid. Sepertinya memang Zidane pun tidak tertarik dengan pemain berusia 29 tahun ini. Pelatih asal Prancis itu bahkan sepakat dengan rencana klub untuk menjual pemain internasional Wales di bursa transfer musim panas 2019.

Namun kalau di cari tau apa sebabnya yang menjadi masalah, yaitu ada dua kendala yang membuat niat Real Madrid menjual Gareth Bale selalu gagal dan tidak kunjung terjual. Pertama, harga transfer yang sangat mahal. Kedua, permintaan gaji Gareth Bale yang tinggi dan sulit dipenuhi oleh klub peminatnya. Memang rata-rata penyebabnya karena soal keuangan.

Lantas, seperti apa masa depan Gareth Bale di Real Madrid? Diapun mengatakan katanya siap dipakai untuk pramusim di Real Madrid.

Siap Untuk Pramusim

Gareth Bale sejatinya sudah sadar jika dia tidak lagi dikehendaki berada di skuad Real Madrid. Namun, pemain berusia 29 tahun tersebut tidak patah semangat dan terus berupaya untuk tetap bisa di Real Madrid. Dia mengungkapkan akan tetap berada di Real Madrid sesuai dengan kontraknya yang masih berjalan.

Saat ini, Gareth Bale punya kontrak dengan Real Madrid yang baru akan berakhir pada 2022 yang akan datang. Gareth Bale berencana tetap bertahan sesuai dengan durasi kontrak tersebut. Untuk kelanjutannya bagaimana belum ada kepastian jadi kita tunggu saja.

Informasi yang dikutip dari Goal International, Gareth Bale bahkan kini telah siap untuk menjalani sesi pramusim di Real Madrid yang dimulai pada pekan depan. Dia akan segera bergabung dengan skuad Real Madrid yang akan terbang ke Montreal, Kanada.

Gareth Bale sendiri belum memiliki jadwal untuk bertemu dengan Zidane dalam waktu dekat ini. Kemungkinan besar, menurut sumber dari Goal, keduanya baru akan berjumpa pada saat Real Madrid menjalani sesi pramusim di Kanada dan Amerika Serikat. Mungkin ketika bertemu ia akan meminta jadwal yang seharusnya sudah ia pegang.